Mengapa Uber Rugi Sampai Rp 16,8 Triliun?

0
334

Targetberita.com – Perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi Uber menderita kerugian sebesar 1,27 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,8 triliun pada semester I 2016. Kerugian tersebut terjadi selama enam bulan dan trennya terus meningkat.

Mengutip Bloomberg, Sabtu (27/8/2016), Uber merugi sekitar 520 juta dollar AS pada kuartal I 2016. Adapun kerugian meningkat pada kuartal II 2016, yakni mencapai 750 juta dollar AS. Menurut informasi yang diterima dalam paparan dari Kepala Keuangan Uber Gautam Gupta, kerugian secara global mayoritas disebabkan subsidi yang harus dibayarkan kepada pengemudi. Namun, pihak Uber enggan berkomentar.

Uber saat ini memang hanya mengutip persentase yang kecil dari pendapatan pengemudi. Meski belakangan Uber mulai mengambil persentase lebih besar atau mengurangi subsidi untuk pengemudi. Kerugian besar yang didapat perusahaan ride sharing sudah menjadi hal yang biasa. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh Uber.

Kebanyakan layanan transportasi berbasis aplikasi saat ini masih “bakar duit” untuk menarik mitra dan pengguna sebanyak mungkin. “Kita tidak akan menemukan banyak perusahaan teknologi yang bisa merugi sebanyak dan secepat ini,” kata Aswath Damodaran, profesor bisnis dari New York University.

Nilai pemesanan layanan transportasi Uber tumbuh secara bombastis dari kuartal I ke kuartal II 2016, yakni dari sekitar 3,8 miliar dollar AS menjadi lebih dari 5 miliar dollar AS. Sementara itu, pendapatan bersih meningkat 18 persen dari 960 juta dollar AS menjadi 1,1 miliar dollar AS pada kuartal II 2016.

Sumber:kompas