Bekali Anak dengan Empati, Tinggalkan Gadget

0
264

Jakarta – Empati adalah kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Sayangnya, rasa ini semakin terkikis seiring dengan gaya hidup manusia modern yang semakin sibuk dan gandrung dengan teknologi. Teknologi telepon seluler, misalnya, membuat sebagian orang kehilangan rasa empati dan interaksi dengan keluarga serta orang lain.

“Bila empati menurun, mem-bully orang lain terus meningkat, begitu juga rasisme dan stres. Jadi, pertanyaannya, apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya?” kata Dr Michele Borba, pakar parenting, kepada Real Simple.

Untungnya, rasa empati bisa ditanam dan ditumbuhkan sejak kecil. Lupakan telepon, berbicaralah secara langsung. Berikut ini cara menanamkan empati kepada anak.

1. Membaca lebih banyak
Kunci untuk menumbuhkan empati adalah mengajarkan soal emosi dan kecerdasan sosial secara langsung kepada anak. Untuk bisa mengajarkan hal itu, cobalah untuk lebih memahami soal emosi orang lain, dan cara yang paling tepat adalah membaca.

2. Mengajarkan kebaikan
Ajarkan pada anak untuk berbuat baik terhadap sesama setiap hari. Hal ini bisa dimulai dengan anak dibiasakan mengatakan yang baik kepada orang lain.

3. Menekankan kontak mata
Dimulai ketika anak berumur 2 tahun, katakan padanya untuk melihat mata orang yang berbicara kepadanya. Dengan demikian, anak bisa berfokus dan memahami emosi serta ekspresi wajah, kemudian belajar soal bahasa tubuh dan kemampuan mendengar.

4. Membagi berita baik
Cobalah mencari-cari di koran, adakah berita bagus soal anak yang bisa membuat perubahan di dunia. Ketika kita membagi kisah itu, maka hati anak yang lain akan terbuka dan menyadari ia juga bisa membuat perubahan.

5. Membangun nilai-nilai keluarga
Duduklah dengan santai bersama anak, kemudian tanyakan kepadanya, “Siapa kita sebagai keluarga?”, “Untuk apa kita bersama?” dan dengarkan jawabannya.

6. Lakukan seperti yang dikatakan
Cara tercepat untuk membuat anak-anak menjadi lebih peduli adalah melihat orang tuanya peduli kepada orang lain. Ketika kotak mainan anak sudah penuh dengan mainan yang tak diinginkannya lagi, sumbangkan bersama-sama kepada yang membutuhkan sehingga anak bisa memahami bagaimana rasanya berbagi.