BUMDes Tidak Jelas Penggunaanya, Terancam Kena Sanksi

0
26

Morowali, Target Berita.com – Indikasi dugaan Korupsi pengelolaan dana Bumdes tahun 2017/2018 didesa geresa kecamatan Bungku Timur kabupaten Morowali makin mencuat ke permukaan. Pasalnya dana Rp 100.000.000,- tersebut tidak jelas penggunaanya.

Sehingga menimbulkan tanda tanya sejumlah masyarakat desa yang kerap kali sering mempertanyakan dana Milik Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) tersebut sepertinya kurang jelas.

Menurut keterangan warga yang enggan namanya dipublikasikan saat dikunjungi TIM Media,dan Gabungan  Lembaga Gerakan Berantas Tindak Pidana Korupsi Republik  Indonesia,(LGB. TIPIKOR RI)” dan Lembaga Investigasi Korupsi Indonesia (LIKINDO) menyebutkan,” bahwasanya dana Bumdes tahun 2017/2018 tersebut telah dicairkan namun sayangnya laporan penggunaan dana BUMDes tersebut tidak jelas keberadaannya,

Tentunya masyarakat bingung dana tersebut mengalir kemana. Sehingga laporan pertanggung jawaban mengenai pengunaan dana tersebut dari tahun 2017/ 2018 belum diserahkan ke pihak terkait.

“Sementara itu Adam  ketua Bumdes tahun 2017/2018 saat TIM wartawan Target Berita dan Gabungan LSM menyambangi di kediamanya,” memberikan Tanggapan  bahwa dana Bumdes tahun 2017 sampai 2018 itu sebesar 100,000.000 seratus juta rupiah  sudah tersalurkan keseluruhanya dana BUMDes tersebut,

kami lakukan usaha jual beli tabung gas elpiji, namun usaha tidak berjalan dengan maksimal karena warga tidak mengemblikan tabung gas elpiji, menurut penjelasan Adam selaku ketua BUMDes,

Selanjutnya TIM media ini mempertanyakan  dana BUMDes saldonya ada sisa berapa sekarang,  Adam selaku ketua BUMDes mengatakan saldo hanya sisa Rp, 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) itupun tidak tahu keberadaan dana BUMDes itu, katanya.

Namun ketika disinggung soal laporan pertanggung jawaban yang sampai saat itu belum diserahkan,” Adam bingun masalah pertanggung jawaban dana BUMDes.

Sementara Akmal selaku Ketua LGB. Tipikor Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia (LGB TIPIKOR RI) Kab. Morowali, mengatakan dana BUMDes itu  uang Negara atau  uang rakyat yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Artinya segala kegiatan yang menggunakan uang rakyat dipertanggungjawabkan sesuai aturan. Kalau ada penyimpangan, satu Rupiah pun harus dipertanggungjawabkan. Harus sesuai dengan aturan manajemen keuangan. Kan ada aturannya di situ bagaimana mempertanggungjawabkan suatu kegiatan yang menggunakan uang negara atau rakyat,” ujarnya.

Kemudian Nasruddin selaku  Sekretaris LGB. Tipikor Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia (LGB TIPIKOR RI) Kab. Morowali, meminta dan mendukung penuh agar pihak Polres Morowali  melakukan upaya penyidikan lebih komprehensif,” terhadap penggunaannya dana BUMDes  di desa geresa kec. Bungku Timur kab.Morowali,  ujar (tim)