Ford Digugat Rp 1 Triliun Akibat Hengkang dari Indonesia

0
429

Produsen mobil Ford sepertinya tidak akan mudah begitu saja hengkang dari Indonesia. Pasalnya, usai menghentikan operasinya di Tanah Air, Ford menghadapi gugatan hukum yang dilakukan enam grup usaha penjualan dan servis Ford dengan jumlah dealer mencapai 31 outlet. Dengan tutupnya Ford di negeri ini maka kerugian yang ditaksir enam grup usaha it mencapa75 juta dolar AS atau sekira Rp 1 triliun.

Tuntutan ganti rugi dialamatkan kepada PT Ford Motor Indonesia (FMI), Ford Motor Company (FMC) Amerika, dan Ford International Services (FIS). Somasi kedua dan tuntutan dari penghentian operasi Ford sudah dilayangkan. Menurut Harry Ponto, selaku kuasa hukum ke-31 dealer Ford, kerugian juga bakal dirasakan oleh ribuan karyawan hingga konsumen mobil Ford.

“Tuntutan kami sebesar Rp 1 triliun merupakan kerugian materiil yang diderita para dealer atas keputusan Ford Motor. Kami akan tunggu sampai Lebaran nanti. Kalau somasi ini tidak juga ada tanggapan, kami akan segera menempuh jalur hukum,” kata Harry seperti dikutip dari laman BBC Indonesia.

Ford mengatakan telah membicarakan hal ini dengan para dealer terkait penutupan operasi. Ford meyakinkan jika pelanggan masih tetap dapat menerika layanan purna jual hingga ke masalah suku cadang.

 “KEPUTUSAN KAMI UNTUK HENGKANG DARI PASAR INDONESIA DIBUAT SETELAH MENEMPUH SEMUA PILIHAN YANG MEMUNGKINKAN. BAGAIMANAPUN, SEMAKIN JELAS BAHWA TIADA JALAN LAIN UNTUK MEMPERTAHANKAN KEUNTUNGAN,” KATA FORD

Keputusan Ford untuk keluar dari Indonesia terbilang mendadak.  Keputusan itu dilakukan pada 25 Januari  2016. Dalam jangka enam bulan setelah tanggal tersebut, operasional dihentikan dan semua dealer yang ada akan ditutup. Dari 44 unit dealer, 31 di antaranya mengajukan somasi karena sudah memberikan kontribusi mencapai 85 persen dari total penjulan Ford selama 2015 di Indonesia. Jumlah semua karyawan Ford di Indonesia hampir 2.000 orang dan jumlah kendaraan yang terjual mencapai 105 ribu unit.