Pelaku Penistaan Agama Diciduk Tim Cyber Crime Polda Jatim

0
8

Jawa Timur,Target Berita-Aksi di media sosial kembali membuat seseorang harus berurusan dengan polisi.

Baru-baru ini sebuah video menjadi viral di media sosial.

Video itu disebut berisi ujaran kebencian terhadap nabi dan umat Islam.

Pemilik Akun RM Rendra Hadi Setiawan Si Penghina NABI MUHAMMAD berhasil di ringkus Tim Cyber Crime Polda Jawa Timur.

Dalam video yang disebar melalui akun nya, Rendra Menyebut Nabi MUHAMMAD SAW adalah pelakor dan Syekh Itu Syekhtan. Tak hanya menghina Nabi Dan Syekh bahkan Rendra yang mengaku sebagai  cicit Minak Jinggo dan di duga Kader Salah Satu Partai Besar Juga Menantang UMAT ISLAM Dengan Menyebarkan Identitasnya.

Akibat Ulahnya, Rendra Langsung Di Ringkus Di Trawas, Mojokerto 26/04 Sekitar pukul 14.30 WIB Oleh Tim Cyber Crime Polda Jatim.

Video itu disebut berisi ujaran kebencian terhadap nabi dan umat Islam.

Sosok pria bertopi dalam video itu mengaku sebagai Imam Mahdi.

Dirangkum TribunJatim.com, berikut fakta-fakta terkait kasus tersebut:

1. Pelaku berasal dari Sidoarjo

Sosok perekam dan pengunggah video tersebut diketahui memiliki akun Facebook bernama Rhendra Kurniawan.

Rhendra merupakan warga Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur.

Data di kepolisian menyebut, pelaku beragam Islam.

2. Ditangkap polisi

Pasca video tersebut viral, para anggota GP Ansor Sidoarjo berusaha melacak alamatnya.

“Tapi pas rumahnya kami datangi sudah kosong. Kabarnya dia sudah beberapa bulan pindah dari sana,” ungkap Ahmad Muzayyin, Wakil Ketua Ansor, saat melapor ke Polresta Sidoarjo.

Dari sana, para anggota Ansor lantas konfirmasi ke pihak kecamatan.

“Data di kecamatan, yang bersangkutan itu masih tercatat sebagai warga Gedangan. Belum pindah,” tegasnya.

Sebelum menerima laporan dari GP Ansor, petugas Polresta Sidoarjo ternyata sudah mengantongi identitas pelaku penyebar ujaran kebencian dan dugaan penistaan agama via Facebook yang sedang viral.

“Petugas sedang melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan,” kata Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, Kamis (26/4/2018).

Namun, pihaknya mengaku masih melakukan perburuan terhadap keberadaan pria ini.

Termasuk tentang kabar sedang ada di Trawas, Mojokerto yang juga sedang ditelusuri.

Hingga akhirnya, Anggota Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) berhasil menangkap Rhendra.

Dia ditangkap ketika berada di sebuah rumah di Dusun Jarakan Desa Trawas, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (26/4/2018).

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP M Fery mengungkapkan penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait video di media sosial yang viral tentang ujaran kebencian terhadap agama.

Dia bersama Kasat Intel dan Kabagops serta Kasat Sabhara bersama anggota kemudian menangkap pelakunya.

Fery mengatakan pelaku sempat diinterogasi terkait video rekaman yang diduga menistakan agama yang telah viral di media sosial.

“Pelakunya langsung dibawa ke Polda Jatim didampingi Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata,” ungkapnya.

3. Mengaku dapat bisikan

Adapun motif pelaku membat video yang mengandung ujaran kebencian terhadap agama itu didasari bisikan yang diperolehnya.

“Alasan pelaku melakukan hal itu yakni mempunyai pengelihatan lain bahwa yang dia sampaikan itu benar,” pungkas Fery.

4. Nasib pelaku

Di sisi lain, polisi juga sudah mengumpulkan beberapa alat bukti.

Termasuk rekaman video, akun milik yang bersangkutan, foto KTP dan sejumlah alat bukti lain.

Polisi sudah mempelajari video yang sedang viral itu.

Menurut Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Kamis (26/4/2018), memang isinya mengarah ke unsur pidana.

“Bisa SARA, plus pelanggaran UU ITE. Tapi kita tetap butuh pendalaman karena bahasa yang digunakan juga bercampur. Ada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa juga,” sebutnya.(*)