vonis bebas terhadap dua terdakwa kasus eksekusi lahan Sampoddo,

0
78

Palopo,Targert Berita, com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Palopo menjatuhkan vonis bebas terhadap dua terdakwa kasus eksekusi lahan di Kelurahan Sampoddo, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo.

Sidang dengan mendudukkan terdakwa Mahaluddin (44) dan M Nur ( 88 ), berlangsung di Pegadilan Negeri Palopo, Kamis 2 Mei 2019 lalu. Sebelumnya terdakwa mengajukan pledoi (pembelaan. Red) atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama 1 tahun penjara.

Mahaluddin merupakan operator alat berat yang hanya diperintah pimpinannya  melakukan pembongkaran atas perintah eksukusi ketua pengadilan Negeri palopo, sedangkan terdakwa M Nur adalah pemilik lahan seluas 25,5 hektare (ha). Kasus ini bergulir di PN Palopo setelah pemenang sengketa lahan di Sampoddo, dinilai salah menunjuk batas objek lahan saat pelaksaan eksekusi.

Tak hanya M Nur, operator alat berat (Mahaluddin) itu menanggung resiko atas eksekusi tersebut. Sehingga Mahaluddin dan M Nur dijadikan terdakwa terkait dengan laporan H Burhanuddin, selaku pemilik SPBU Sampoddo ke Polda Sulsel.

Burhanuddin melaporkan bahwa M Nur gegabah dan salah menunjuk batas objek lahan Sampoddo saat pelaksaan eksekusi.
Selaku pemilik SPBU, Burhanuddin keberatan karena lokasi SPBU miliknya ikut dibongkar. Terdakwa dijerat pasal 170 KUHP.

Bahkan ketika kasusnya bergulir di pengadilan, kedua terdakwa dituntut 1 tahun penjara. Namun saat memasuki sidang putusan majelis hakim yang diketui Arief Winarso SH didampingi Raden Nur Hayati SH, MH dan Mahir Zikki, Z.A, SH, kedua terdakwa divonis bebas.

Perjuangan pengacara terdakwa Mahaluddin (44) dan MUH. Nur  KANNA alias M.NUR ( 88 ) yakni ; SYAHRIR, SH.MH. K. BUDI SIMANUNGKALIT, SH.MH, PADENG GERVASIUS, SH, dan LILY MONALISA, SH, untuk meyakinkan mejelis hakim bahwa kliennya tidak bersalah sehinggah mendapat vonis bebas

Sejumlah kerabat dan keluarga terdakwa tentu saja merasa senang dan puas atas putusan  majelis hakim pengadilan Negeri Palopo,(*)