Syukurlah, BPJS Kesehatan Hapus Denda Penunggak Sejak 1 Juli 2016

0
240

Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru terhadap para peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang mempunyai tunggakan pembayaran iuran, dengan menghapus denda selama masa menunggak tersebut. Kebijakan penghapusan denda sebesar 2 persen itu berlaku mulai 1 Juli 2016. Jadi peserta BPJS Kesehatan hanya membayar iuran pokok saja, tanpa perlu tambahan denda 2 persen dari jumlah tunggakan, demikian ditegaskan oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

“ATURAN INI SUDAH TERTUANG DALAM PERPRES NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG JAMINAN KESEHATAN NASIONAL. INI MERUPAKAN REVISI DARI PERPRES NOMOR 12 TAHUN 2013,” UJAR FACHMI IDRIS.

Hal itu cukup meringankan peserta yang memiliki tunggakan, dan merasa terbebani dengan denda yang harus mereka bayarkan. Akan tetapi Fachmi Idris menyebutkan bahwa kebijakan itu sebaiknya tidak membuat peserta BPJS Kesehatan malah meremehkan dan menunda-nunda pembayaran karena tidak adanya denda. Sanksi sudah disiapkan untuk mereka yang melanggar batas waktu pembayaran setiap bulannya, yakni dengan tidak diperbolehkan memakai layanan kesehatan itu selama jangka waktu 46 hari atau 1 bulan setengah.

“JIKA TETAP DIGUNAKAN MAKAN AKAN DIKENAKAN DENDA SEBESAR 2,5 PERSEN,” UNGKAP FACHMI LEBIH LANJUT.

Untuk menghindari sanksi dan bisa tetap menggunakan fasilitas kesehatan yang diberikan BPJS, maka diharapkan peserta melakukan pembayaran tepat waktu.