Simpatisan Calon DIAmi Anarkis, ini Penyebabnya

0
50

Makassar,Target Berita-Sejumlah pendukung pasangan Danny Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi) melakukan pengrusakan di kantor PT Hadji Kalla Toyota di jalan Hos Cokroaminoto Makassar, Sabtu, 28 April 2018 sekitar pukul 17.30 Wita.

Para pendukung pasangan Danny Pomanto – Indira Mulyasari (DIAmi) ini berunjuk rasa memprotes pembatalan penetapan pencalonan pasangan Calon Wali kota & Wakil Wali Kota Makassar, Danny Pomanto-Indira Mulyasari oleh KPU Makassar usai keluarnya putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi KPU Makassar.

Saat ratusan pendukung DIAmi melintas di kantor yang terletak di sekitar Pasar Sentral tersebut, sejumlah pendukung DIAmi melakukan pelemparan hingga menyebabkan pecahnya beberapa kaca di kantor itu.

Berdasarkan pemantauan awak media di lokasi, kaca kantor PT Hadji Kalla mengalami kerusakan serta satu unit kaca belakang mobil hancur.

Sebenarnya Kantor PT Haji Kalla sudah dijaga aparat Kepolisan namun mereka kalah jumlah dengan massa yang datang akhirnya aparat tak mampu berbuat banyak.

Tonton Video Amatir pemilik Akun Facebook Muhammad Reza Putra  yang diposting di group Pilwalkot makassar:

Ditempat terpisah massa dari Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi) membakar sepeda motor milik simpatisan Paslon Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (28/4/2018) sore.

Aksi pembakaran sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DD 2723 VZ, atas dasar kekecewaan dan sebagai bentuk perlawanan terhadap matinya demokrasi di Kota Makassar.

“Ini adalah bentuk perlawanan kami sehingga membakar motor milik simpatisan Appi Cicu,” tegas Jenderal lapangan, Rifadil (28).

Sebelumnya, ratusan massa DIAmi menggelar aksi demontrasi didepan Monumen Mandala Jalan Jenderal Sudirman Kota Makassar dengan kompak memakai seragam hitam.

Mereka melakukan orasi ilmiah dengan menggunakan mobil bak terbuka sebagai panggung orasi dan juga soundsystem sebagai pengeras suara.

Dalam orasinya, mereka kecewa dan berduka atas matinya demokrasi di Kota Makassar karena telah menggugurkan paslon Danny Pomanto dan Indira Mulyasari dalam kontestasi Pilwalkot Kota Makassar.

Hingga saat ini aparat kepolisian terus mengawal jalannya aksi demostran massa DIAmi di depan Monumen Mandala. (*)